Sang Pencuri Perhatian

Di ufuk timur, rahasia mulai terbuka

Menyelinap lembut di sela kelopak yang terjaga

Lagi dan lagi, fajar datang menyapa

Membasuh sisa mimpi dengan sapuan jingga

Ia bukan sekedar terang yang mengganti kelam

Tapi rayuan alam yang membuat dunia terdiam

Seluruh sudut mataku terpaku, menyerah kalah

Pada garis cahaya yang tak pernah salah

Seolah bintang dan rembulan hanya hiasan

Hanya ia sang fajar, yang menjadi tujuan

Cahaya terindah yang pernah disaksikan mata

Membakar rindu, sebelum hari mulai bercerita

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belajar, Berkarya, Berdaya!